Darah rendah adalah kondisi ketika seseorang memiliki tekanan darah di bawah 90/60 mmHg atau dalam dunia medis disebut dengan hipotensi. Hal tersebut bisa memunculkan gejala pusing, lemas, penglihatan yang kabur dan sulit berkonsentrasi, bahkan pingsan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darah rendah, mulai dari menjaga pola makan hingga menyesuaikan posisi tidur.
Setiap posisi tidur memang memiliki perbedaan dan memiliki pengaruh. Inilah mengapa Anda tidak boleh menyepelekan. Apalagi jika memiliki kondisi kesehatan khusus, sebaiknya diperhatikan sehingga kualitas tidur tetap terjaga dan kondisi yang Anda miliki tidak semakin parah. Apa saja rekomendasi posisi tidur untuk penderita tekanan darah? Simak selengkapnya di bawah ini.
Menerapkan posisi tidur yang sesuai bisa membantu Anda untuk lebih mengontrol tekanan darah. Tidak hanya soal tubuh yang menghadap ke arah tertentu, posisi bantal untuk darah rendah juga perlu diperhatikan.
1. Tidur telentang dengan kepala lebih tinggi
Rekomendasi yang pertama adalah tidur telentang dengan posisi kepala yang lebih tinggi dari tubuh dan kaki Anda. Posisi ini akan membantu menjaga aliran darah ke otak dan mencegah terjadinya penurunan tekanan darah saat berdiri atau hipotensi ortostatik. Anda bisa meletakkan bantal di area kepala dan leher, serta menambahkan guling untuk menopang kaki.
2. Tidur miring ke kiri dengan lutut ditekuk
Posisi lain yang bisa dicoba adalah tidur miring ke kiri dengan tetap menempatkan kepala lebih tinggi. Cara ini dilakukan untuk membantu meningkatkan aliran darah ke jantung dan ke otak. Untuk posisi yang lebih nyaman, Anda bisa menambahkan bantal di antara kedua lutut agar posisi tulang belakang tetap sejajar dan tidak berpotensi nyeri saat bangun nanti.
Baca juga: Tips Memilih Bantal Kesehatan Supaya Tidur Lelap
3. Tidur dengan posisi setengah duduk
Rekomendasi posisi berikutnya tidak mengharuskan Anda merebahkan tubuh sepenuhnya. Anda bisa tidur dengan posisi setengah duduk untuk mencegah terjadinya penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Anda bisa meletakkan beberapa bantal untuk menopang kepala hingga punggung seperti setengah terduduk.
4. Hindari mengubah posisi secara tiba-tiba
Gerakan duduk atau berdiri yang cepat dari posisi tidur bisa menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Hal ini bisa memunculkan rasa pusing atau bahkan mata berkunang-kunang seperti mau pingsan pada penderita tekanan darah rendah. Oleh karena itu, hindari gerakan tiba-tiba untuk meminimalisir risikonya.
Setelah mengetahui beberapa rekomendasi posisi tidur yang tepat, Anda juga bisa menerapkan beberapa cara perawatan berikut untuk mengelola tekanan darah sehingga tetap stabil.
1. Sesuaikan gerak-gerik tubuh
Perubahan gerak yang cepat bisa memengaruhi para penderita tekanan darah rendah. Namun, hal ini bisa dicegah dengan manuver atau penyesuaian yang tepat seperti menyilangkan kaki saat duduk.
2. Minum air sebelum makan
MInum segelas air putih bisa membantu mencegah tekanan darah turun drastis. Sebaiknya dilakukan sekitar 15 menit sebelum makan. Selain itu, penuhi kebutuhan harian agar tidak dehidrasi yang memicu darah rendah.
Baca juga: Cara Menyembuhkan Salah Bantal Secara Alami
3. Istirahat setelah makan
Tekanan darah dapat mencapai titik terendah setengah jam hingga satu jam setelah makan. Demi mencegah tekanan darah yang turun drastis, sebaiknya istirahat sejenak setelah makan. Lalu lanjut gerak perlahan untuk beraktivitas seperti biasa.
Nah, itulah beberapa rekomendasi tidur termasuk penyesuaian posisi bantal untuk darah rendah yang bisa dicoba. Anda juga perlu menerapkan gaya hidup lebih sehat dan perawatannya agar tidak kambuh. Jika terdapat keluhan lain, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau tenaga profesional.