Apakah Anda termasuk yang susah tidur? Ini adalah kondisi ketika seseorang membutuhkan waktu lama untuk tidur, terbangun beberapa kali saat tidur, hingga tidak bisa tidur kembali setelah terjaga dari tidurnya. Ada berbagai faktor yang membuat seseorang mengalami demikian. Jika insomnia telah umum dikenal sebagai penyebab seseorang susah tidur, ternyata ada beberapa penyakit susah tidur selain insomnia yang juga penting diketahui.
Mengetahui berbagai penyakit lain yang juga bisa menyebabkan susah tidur ini akan membantu Anda lebih mengenal gejalanya serta dapat meminimalisir masalah tidur sehingga pengalaman tidur pun jadi lebih baik. Apa saja penyakit susah tidur selain insomnia? Berikut telah kami rangkum untuk Anda.
1. Gagal jantung
Gagal jantung adalah suatu kondisi ketika jantung tidak lagi berfungsi optimal dalam memompa darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Gagal jantung dapat menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru dan jaringan. Seseorang dengan kondisi ini bisa terbangun di malam hari dengan keadaan sulit bernapas karena tumpukan cairan tersebut. Inilah mengapa sangat dianjurkan untuk tidur berbaring dengan posisi tubuh atas lebih tinggi. Tujuannya agar pengembangan paru-paru lebih baik sehingga akan mengurangi sesak.
2.
Heartburn
Heartburn ditandai dengan sensasi panas di ulu hati, umumnya beserta nyeri pada area dada dan perut karena naiknya asam lambung. Penyakit ini dapat kambuh di malam hari sehingga momen tidur lebih sulit dan tidak nyaman. Posisi tidur miring ke kiri lebih dianjurkan karena dinilai mampu meringankan gejala heartburn. Tidak hanya mengurangi refluks, cara ini juga meminimalkan paparan asam lambung ke kerongkongan. Menghindari pemicu heartburn, mengatur porsi makan, dan menjalani kebiasaan sehat juga akan membantu.
3. Masalah pernapasan
Kesulitan bernapas akan membuat seseorang sulit tidur atau tetap tidur. Jika seseorang mengalami saluran udara yang menyempit akibat perubahan siklus sirkadian pada otot, maka hal tersebut meningkatkan risiko serangan asma yang mengganggu di malam hari. Selain itu, masalah pernapasan lain seperti emfisema atau bronkitis juga bisa membuat seseorang susah tidur karena produksi dahak yang berlebih, batuk-batuk, dan sulit bernapas.
4. Hipertiroid
Penyakit susah tidur selain insomnia lainnya adalah hipertiroid. Ini merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid yang dapat mengganggu dan menyebabkan susah tidur. Hormon tiroid yang berlebihan pada dasarnya dapat menstimulasi sistem saraf, mempercepat detak jantung, hingga, memproduksi keringat berlebih di malam hari.
Baca juga: Ketahui 5 Penyebab Insomnia Secara Psikologis dan Solusinya
5. Diabetes
Penderita diabetes rentan mengalami kecemasan dan sleep apnea sehingga lebih sulit tidur. Ini dapat terjadi karena gangguan metabolisme tubuh yang ditandai dengan keringat malam, selalu ingin buang air kecil, bahkan nyeri di area tertentu pada tubuh. Diabetes merupakan kondisi ketika tubuh tidak bisa memproduksi insulin dengan baik sehingga menyebabkan kelebihan kadar glukosa dalam darah.
6. Muskuloskeletal
Gangguan muskuloskeletal dapat memengaruhi fungsi pada ligamen, otot, saraf, sendi dan tendon, serta tulang belakang. Gejalanya bervariasi untuk setiap orang, namun secara umum dapat berupa nyeri, peradangan, pembengkakan, mati rasa, menurunnya fungsi otot, dan gangguan tidur.
7. Kondisi psikologis
Kesehatan mental yang buruk bisa menjadi penyebab lain mengapa seseorang susah tidur. Perasaan cemas atau gelisah yang berlebihan dapat mengganggu sehingga tidak mudah untuk mengistirahatkan tubuh, bahkan ketika tubuh merasa lelah. Kondisi lain seperti depresi, serangan panik, bipolar, dan sebagainya juga berpengaruh serta menjadi alasan seseorang sulit tidur.
Nah, itulah berbagai penyakit susah tidur selain insomnia. Jika penyebabnya adalah karena kondisi medis khusus, maka penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda agar tahu langkah tepat meminimalisir kambuhnya penyakit tersebut dan bagaimana agar tidur lebih nyaman serta berkualitas.